"I want your love and I want your revenge, you and me could write a bad romanceoooooohh.. caught in bad romance........Gaga olalaa roma romamamaaa... "
Hail Cheerios! Menyambung cerita si Gue ditunjuk jadi koordinator utama cheerleader, singkat kata ditunjuklah 2 orang koordinator lain di bawah koordinator utama: seorang cw cantik yang meraih gelar masternya dari Eropa dan menyia-nyiakan diri dengan mengurus perlombaan cheerleader dan seorang lagi cowo yang ga kalah cantik yang sangat sangat ingin menjadi Lady Gaga (info terpercaya dari salah seorang sahabatnya bahwa si koordinator cowo memang sangat mengidolakan Lady Gaga) dan ditetapkanlah tema dance kami: Lady Gaga
Hey..para petinggi kantor kabarnya akan menonton acara lomba cheerleader pada pembukaan pertandingan persahabatan! Harus tampil oke dan jangan mengecewakan penonton, apalagi salah seorang petinggi berkata pada ketua pertandingan persahabatan dari kantor kami bahwa cheerleader kami harus memenangkan perlombaan *sigh* rasanya seperti beban moril tersendiri bagi para koordinator.
Kami mulai sibuk mengadakan latihan selepas jam kantor. Selain itu, untuk menunjang performa (sumpah gue ga tau lagi kata-kata apa yang paling tepat) saat perlombaan, maka kami mulai sibuk memikirkan kostum yang akan kami kenakan saat pertandingan nanti disesuaikan dengan budget yang hanya cukup untuk membeli koteka telah disediakan, tentunya.
sibuk memikirkan blocking cheers
Kami berpendapat bahwa topeng merupakan properti wajib jika kita akan menari di depan ribuan orang yang terdiri dari rekan-rekan dari kantor konsultan lain yang tidak lain adalah teman-teman semasa kuliah. Kemudian karena tema dance kami lebih mirip parodi daripada cheerleader, maka baju yang dikenakan tidak perlu benar-benar kostum cheerleader. Kami memutuskan akan mengenakan semacam jubah seperti superman.Dan perburuan mencari kostum pun dimulai...
#1 Tujuan Pertama: Mayestik
Mayestik selalu merupakan tempat paling tepat untuk mencari kain. Kami berpikir untuk mencari bahan lame emas untuk jubah kami. Maka siang itu, jika kalian kebetulan berada di pasar mayestik dan membuka mata dengan jeli, kalian akan dapat menemukan tiga orang konsultan, bukan satu tetapi tiga, berkeliaran di pasar mayestik untuk mencari kain lame berwarna emas -- pada bagian ini harus dijelaskan bahwa dalam keadaan normal, menemukan satu orang konsultan yang berprofesi seperti kami berkeliaran saat jam kerja adalah nyaris tidak mungkin (janjian di luar jam kerja aja sulit), menemukan tiga orang konsultan sekaligus merupakan suatu kebetulan yang menakjubkan, seperti mendapatkan 3 badges dengan sekali check in di 4square, amazing!
Singkat kata, kami bertiga memutuskan untuk membeli kain lame shocking pink bercorak polkadot untuk digunakan sebagai jubah (foto kain lame pink menyusul)
Note: saat sedang berpanas-panas dari satu toko ke toko lainnya di mayestik kami mendengar fakta mengenaskan bahwa salah satu teman kami yang bekerja di kantor lain sedang berada di Sing, sibuk mengurus alternatif penyelesaian sengketa instead of mencari kain lame emas untuk jubah cheerleader, way to go! 

# Tujuan Kedua: Costume Closet, Kemang
Jika kalian mencari kostum termasuk kostum sex maka jangan lewatkan Costume Closet yang terletak di daerah Kemang Utara. Tempatnya agak terpencil dan tidak terlalu besar, tetapi isinya lengkap mulai dari kostum nenek sihir -bahkan ada sapu terbang juga- sampai berbagai jenis topeng, topeng monster, topeng Scream, dan bermacam-macam topeng lain yang kami cari. Harga topeng berkisar Rp 25.000,- s.d. Rp 75.000,- yang tentu saja tidak sesuai dengan budget kami tetapi kami tentu saja masih berusaha mencari topeng dengan harga yang lebih murah.
# Tujuan Ketiga: Pasar Tebet
Tujuan ketiga adalah membeli bahan-bahan untuk membuat pom-pom. Salah seorang teman menyarankan untuk mencarinya di Pasar Tebet. Maka jika kalian kebetulan sedang berada di Pasar Tebet siang itu dan cukup jeli, kalian (lagi-lagi ) bisa menemukan dua orang konsultan berkeliaran di Pasar Tebet dengan mengenakan sandal hotel serta tak lupa menenteng tas bermerek.
Ternyata Pasar Tebet luar biasa, selain menemukan bahan-bahan untuk membuat pom-pom, kami juga menemukan topeng-topeng serupa dengan yang dijual di Costume Closet (hanya saja belum dihias) tetapi dengan harga yang jauh-jauh lebih murah, hanya berkisar Rp 8.000,- hingga Rp 12.000,- saja! Inilah salah satu contoh topeng yang kami temukan di Pasar Tebet:
Sekian cerita kali ini, kami sedang sibuk berlatih untuk perlombaan cheerleader pada pembukaan pertandingan persahabatan hari Minggu ini, go Cheerios!






No comments:
Post a Comment